Kamis, 04 Oktober 2012

metabolisme


MAKALAH BIOLOGI
METABOLISME SEL





Disusun oleh :

Nama         : Fera Widiastuti
No             : 07
Kelas         : XII IPA1



SMA NEGERI KEBAKKRAMAT
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

A.   Pengertian
Metabolisme adalah semua reaksi kimia yang disertai dengan perubahan energy yang berlangsung dalam sel hidup secara terus menerus.
Metabolism dibedakan menjadi :
1.    Katabolisme
Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.

Contoh Respirasi : C6H12O6 + O2 ——————> 6CO2 + 6H2O + 688KKal.
(glukosa)

Contoh Fermentasi :C6H1206 ——————> 2C2H5OH + 2CO2 + Energi.
(glukosa) (etanol)

2.    Anabolisme
      Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis.


B.   ENZIM
Enzim adalah biokatalisator organik yang dihasilkan organisme hidup di dalam protoplasma, yang terdiri atas protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein.


Sifat-sifat enzim :
a.    Enzim hanya mengubah kecepatan reaksi, artinya enzim tidak mengubah produk akhir yang dibentuk atau mempengaruhi keseimbangan reaksi, hanya meningkatkan laju suatu reaksi.
b.    Enzim bekerja secara spesifik, artinya enzim hanya mempengaruhi substrat tertentu saja.
c.    Enzim merupakan protein. Oleh karena itu, enzim memiliki sifat seperti protein. Antara lain bekerja pada suhu optimum, umumnya pada suhu kamar. Enzim akan kehilangan aktivitasnya karena pH yang terlalu asam atau basa kuat, dan pelarut organik. Selain itu, panas yang terlalu tinggi akan membuat enzim terdenaturasi sehingga tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya.
d.    Enzim diperlukan dalam jumlah sedikit. Sesuai dengan fungsinya sebagai katalisator, enzim diperlukan dalam jumlah yang sedikit.
e.     Enzim bekerja secara bolak-balik. Reaksi-reaksi yang dikendalikan enzim dapat berbalik, artinya enzim tidak menentukan arah reaksi tetapi hanya mempercepat laju reaksi sehingga tercapai keseimbangan. Enzim dapat menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain. Atau sebaliknya, menyusun senyawa-senyawa menjadi senyawa tertentu. Reaksinya dapat digambarkan sebagai berikut.
f.     Enzim dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah suhu, pH, aktivator (pengaktif), dan inhibitor (penghambat) serta konsentrasi substrat.
Cara kerja enzim :
Enzim memiliki sisi aktif, yaitu bagian enzim yang berfungsi sebagai katalis. Pada sisi ini, terdapat gugus prostetik yang diduga berfungsi sebagai zat elektrofilik sehingga dapat mengkatalis reaksi yang diinginkan. Bentuk sisi aktif sangat spesifik sehingga diperlukan enzim yang spesifik pula. Hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim. Agar dapat bereaksi, enzim dan substrat harus saling komplementer.
Enzim memiliki sisi aktif, yaitu bagian enzim yang berfungsi sebagai katalis. Pada sisi ini, terdapat gugus prostetik yang diduga berfungsi sebagai zat elektrofilik sehingga dapat mengkatalis reaksi yang diinginkan. Bentuk sisi aktif sangat spesifik sehingga diperlukan enzim yang spesifik pula. Hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim. Agar dapat bereaksi, enzim dan substrat harus saling komplementer.
Cara kerja enzim dapat dijelaskan dengan dua teori, yaitu teori gembok dan anak kunci, dan teori kecocokan yang terinduksi.
a.    Teori gembok dan anak kunci (Lock and key theory)
Enzim dan substrat bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim.
b.    Teori kecocokan yang terinduksi (Induced fit theory)
Menurut teori kecocokan yang terinduksi, sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupi substrat membentuk kompleks. Ketika produk sudah terlepas dari kompleks, enzim tidak aktif.
Komponen penyusun enzim :
a.    Enzim protein sederhana, tersusun oleh protein saja.
b.    Holoenzim terdiri atas :
Apoenzim yaitu bagian enzim yang tersusun atas protein bersifat termolabil, tidak tahan panas mudah rusak pada suhu di atas 600C.
Kofaktor yaitu bagian enzim yang tidak tersusun atas protein bersifat termolabil, tahan panas.
            Factor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim :


a.    Temperatur
Temperature yang terlalu tinggi akan mengakibakan denaturasi protein. Temperature yang rendah dapat menghambat reaksi.
b.    Perubahan pH
Perubahan pH dapat mempengaruhi kerja enzim. Enzin tidak dapat bekerja secara efektif jika dalam suasana asan dan basa.
c.    Konsentrasi enzim dan substrat
Enzim dapat bekerja efektif jika perbandigan jumlah antara enzim dan substrat sesuai. Jika enzim terlalu sedikit dan substrat terlalu banyak reaksi akan berjalan lambat. Dan semakin banyak enzim maka akan semakin cepat reaksi.
d.    Inhibitor enzim
Jika inhibitor ditambahkan ke dalam campuran enzim dan substrat maka kecepatan akan turun.jenis inhibitor :
·         Inhibitor kompetitif
Zat-zat penghambat mempunyai struktur yang mirip dengan struktur substratnya.
·         Inhibitor nonkompetitif
Substrat sudah tidak dapat berikatan dengan kompleks enzim-inhibitor karena sisi aktif sudah berubah.

C.   Respirasi
Merupakan proses metabolisme dengan pembongkaran senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana dengan pembebasan energy.
  1. Respirasi aerob, yaitu respirasi yang membutuhkan oksigen bebas.
  2. Respirasi anaerob, yaitu respirasi yang tidak membutuhkan oksigen bebas.
Respirasi aerob
Respirasi sel secara aerob berlangsung melalui empat tahap, yaitu:


1. Glikolisis
  • berlangsung di sitoplasma,
  • berlangsung secara anaerob,
  • mengubah satu molekul glukosa menjadi dua molekul asam piruvat,
  • dihasilkan energi sebesar 2 ATP dan 2 NADH untuk setiap molekul glukosa.

2. Dekarboksilasi Oksidatif Asam Piruvat
  • berlangsung pada matriks mitokondria,
  • mengubah asam piruvat menjadi Asetil Koenzim A,
  • dihasilkan 1 NADH dan CO2 untuk setiap pengubahan molekul asam piruvat menjadi Asetil Koenzim A.

3. Siklus Kreb’s
  • berlangsung pada matriks mitokondria,
  • mengubah Asetil Koenzim A menjadi CO2,
  • untuk tiap molekul senyawa Asetil Koenzim A dihasilkan 1 ATP, 1 FADH, dan 3 NADH.

4. Rantai Transpor Elektron
  • NADH dan FADH merupakan senyawa pereduksi yang menghasilkan ion hidrogen,
  • melalui rantai respirasi, hidrogen dari NADH dan FADH yang dihasilkan pada proses glikolisis. Dekarboksilasi oksidatif asam piruvat dan siklus kreb’s dilepaskan ke oksigen (sebagai senyawa penerima hidrogen terakhir), untuk membentuk H20 dengan melepaskan energi secara bertahap,
  • satu molekul NADH akan menghasilkan 3 ATP, sedangkan satu molekul FADH akan menghasilkan 2 ATP.

Pada respirasi anaerob jalur yang ditempuh meliputi:
  1. glikolisis
  2. pembentukkan alhokol (fermentasi alkohol) atau pembentukkan asam laktat (fermentasi asam laktat). Contoh organisme yang melakukan fermentasi alkohol adalah ragi. Reaksi fermentasi adalah:
  • C6H12O6 (glukosa) → 2 CH3-CH2-OH (etanol) + 2 CO2 + E
  • contoh organisme yang melakukan fermentasi asam susu adalah bakteri asam susu yang menyebabkan asamnya susu.
Tabel tahap respirasi sel secara aerob.
No
Tahapan
Tempat
Substrat
hasil
1
Glikolisis
Sitoplasma
C6H12O6
2ATP, 2Asam piruvat, 2NADH
2
Dekarboksilasi oksidatif
mitokondria
Asam piruvat
Asetil CO-A
3
Siklus asam sitrat
Matriks mitokondria
Asetil CO-A
NADH2 + ATP
4
Siklus krebs
Matriks mitokondria
Glukosa

5
Transpor elektron
Membran dalam mitokondria
NADH2 dan FADH2
30ATP + 4ATP + H2O+ CO2
Respirasi anaerob
Respirasi jalur yang dilalui adalah glikoliss dan fermentasi alcohol.Fermentasi adalah proses pembebasan energy tanpa oksigen. Ciri-ciri dari fermentasi adalah:
1. Terjadi pada organisme yang tidak membutuhkan oksigen bebas.
2. terjadi proses glikolisis
3. tidak terjadi penyaluran elektron ke Siklus Krebs dan Transpor Elektron
4. energi (ATP) yang terbentuk lebih sedikit jika dibandingkan dengan     respirasi aerob
5. Fermentasi terdiri atas 3 macam, yaitu:
a. Fermentasi Asam Laktat
b. Fermentasi Alkohol
c. Fermentasi Asam Cuka
a.    Fermentasi Asam Laktat 
Fermentasi Asam Laktat merupakan proses fermentasi yang menghasilkan Asam Laktat (asam susu = asam lelah). Ciri-ciri dari fermentasi asam laktat adalah:
1. Terjadi pada hewan tingkat tinggi dan manusia
2. menghasilkan Asam Laktat sebagai produk sampingan yang mengakibatkan:
a. napas tersengal-sengal
b. pegal-pegal di sekujur tubuh
3. dihasilkan energi sebesar 2 ATP
4. reaksi sederhananya:
2CH3CCOCOOH → 2CH3CHOHCOOH + 47 kkal


b.  Fermentasi Alkohol 
              Fermentasi Alkohol merupakan proses fermentasi yang menghasilkan alkohol sebagai produk sampingan.
Ciri-ciri fermentasi alkohol:
1. terjadi pada sel Ragi (Saccharomyces cerreviceae).
2. menghasilkan alkohol sebagai produk sampingan. Alkohol mengakibatkan racun bagi organisme tersebut.
3. dihasilkan energi sebesar 2 ATP + 2 NADH2
4. reaksi sederhananya:
2CH3COCOOH → 2CH3CH2OH + 2CO2 + 28 kkal

c.  Fermentasi Asam Cuka
            Fermentasi asam cuka merupakan proses fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob dan menghasilkan asam cuka.
Ciri-ciri fermentasi asam cuka:
1. terjadi pada bakteri asam cuka
2. substratnya adalah Etanol (Alkohol)
3. dihasilkan energi 5 kali lebih besar dari fermentasi alkohol, yaitu 10 ATP

 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Katabolisme dan Anabolisme
a.         Cahaya
b.        Suhu
c.         CO2
d.         O2
e.         H2O
f.         Unsur/senyawa kimia

D.   FOTOSINTESIS


            
 Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Reaksi :
6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Proses fotosintesis terjadi pada kloroplas dengan dua tahap reaksi, yaitu:
1. Reaksi Terang
·         terjadi pada tilakoid (grana) kloroplas,
·         terjadi proses fotolisis air sehingga dihasilkan oksigen. Jadi, oksigen dihasilkan dari H2O,
·         reaksi tergantung pada cahaya untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia berupa ATP dan NADPH.
2. Reaksi Gelap
·         terjadi pada stroma kloroplas,
·         reaksi yang dapat (bukan harus) berlangsung dalam gelap karena enzim-enzim untuk fiksasi CO2 pada stroma kloroplas tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan ATP dan NADPH yang dihasilkan dari reaksi terang,
·         menggunakan daur Calvin (daur reduksi karbon, daur C-3) yang terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
1.    karboksilasi adalah penambahan CO2 ke RuBp (Ribulosa Bi Pospat) membentuk dua molekul APG (Asam Pospo Gliserat) dengan bantuan enzim karboksilase,
2.    reduksi adalah perubahan gugus karboksil dalam APG menjadi gugus aldehid dalam PGAL (Pospo Gliserat Aldehid),
3.    regenerasi adalah pembentukkan kembali RuBp yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 yang berdifusi ke dalam daun melalui stomata.
Tabel Perbedaan antara reaksi terang dengan reaksi gelap



NO

DILIHAT DARI

REAKSI TERANG

REAKSI GELAP

1.

Tempat berlangsung

bagian kloroplas bernama Grana

bagian kloroplas bernama Stroma

2.

Sumber energi

Cahaya / matahari

ATP dan NADPH2 dari reaksi terang

3.

Proses yang terjadi

Fotolisis : pemecahan H2O menggunakan energi cahaya menjadi ion Hidrogen dan molekul air

Fiksasi : pengikatan CO2 , penyusunan / pengkombinasian hydrogen dg karbondioksida membentuk gula

4.

Hasilnya

O2, ATP dan NADPH2

Karbohidrat sederhana

E.    Kemosintesis
Kemosintesis adalah asimilasi karbon yang energinya berasal dari reaksi-reaksi kimia dan tidak diperlukan klorofil. Umumnya dilakukan oleh mikroorganisme, misalnya bakteri. Organismenya disebut kemoautotrof. Bakteri kemoautotrof ini akan mengoksidasi senyawa-senyawa tertentu dan energi yang timbul digunakan untuk asimilasi karbon.
·         contoh bakteri nitrit: Nitrosomonas, Nitrosococcus
·         contoh bakteri nitrat: Nitrobacter
·         contoh bakteri belerang: Thiobacillus, Begiatoa

Tabel perbedaan fotosintesis dan kemosintesis

NO

DILIHAT DARI

FOTOSINTESIS

KEMOSINTESIS
1.
Senyawa yang terlibat
CO2, H2O
Senyawa organic, O2, CO2, H2O
2.
Tempat berlangsung
Kloroplas
Pigmen semacam klorofil
3.
Sumber energi
Cahaya / cahaya matahari
Senyawa organic yg dioksidasi
4.
Pelaku
Tumbuhan
Mikroorganisme kemosintetik
5.
Hasilnya
Karbohidrat sederhana
Karbohidrat sederhana

http://fera-widiastuti.blogspot.com
 

Senin, 24 September 2012

enzim katalase


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
ENZIM KATALASE


Logo SMAN FM.jpg




DISUSUN OLEH :

NAMA                        : FERA WIDIASTUTI
NO                  : 07
KELAS          : XII IPA 1



SMA NEGERI KEBAKKRAMAT
TAHUN PELAJARAN 2012/2013


Kegiatan 1
Tujuan :
Menguji factor yangyang mempengaruhi kerja enzim katalase.
Melalui percobaan, dapat menjelaskan cara kerja enzim katalase.
Melalui percobaan, dapat menentukan factor yang mempengaruhi kerja enzim katalase.

Alat dan bahan :
1.    Air suling
2.    Gelas kimia
3.    Gelas ukur
4.    Potongan hati ayam dengan berat sama
5.    H2O2
6.    HCL
7.    Korek api
8.    NaOH
9.    Pipet
10. Pembakar spirtus dan peralatannya
11. Potongan es
12. Rak tabung reaksi
13. Tabung reaksi
14. Thermometer
15. Lidi



Cara kerja :
Tugas 1
1.    Membaca rangkuman materi dan memahaminya.
2.    Menyiapkan alat dan bahan.
3.    Mengambil sepotong hati ayam dan memasukkan ke dalam tabung reaksi.
4.    Sementara itu mengambil 5 ml H202 (Hidrogen peroksida).
5.    Menuangkan Hidrogen peroksida ke dalam tabung berisi hati ayam dan secara cepat tutup dengan sumbat tabung reaksi.
6.    Perubahan apa yang terjadi?
Jawab :
Setelah Hidrogen peroksida dituangkan pada tabung yang berisi hati ayam dan secara cepat ditutup, maka timbul gelembung dan disaat dimasukkan lidi yang membara timbul api.
7.    Menurut anda, mengapa terjadi perubahan seperti itu?
Jawab :
Gelembung yang timbul merupakan hasil penguraian H2O2 menjadi H2O, dapat diuji dengan menambahkan substrat H2O2 ke dalam tabung reaksi yang berisi hati ayam, akan timbul gelembung yang menandakan adanya H2O dan saat dimasukkan lidi yang membara akan terdapat nyala api yang menandakan ada oksigen.


Tugas 2
1.    Memasukkkan 250 ml air pada gelas kimia, kemudian memanaskan sampai suh sekitar 40oC dengan pembakar spirtus.
2.    Sementara itu, mengambil 2 tabung reaksi dan member label 1 dan 2.
3.    Mengisi tabung reaksi 1 dengan sepotong hati ayam.
4.    Memasukkan tabung berisi potongan hati ayam ke dalam gelas kimia yang berisi air bersuhu sekitar 40oC selama 1 menit.
5.    Sementara itu, menuang 5 ml larutan H2O2 tabung reaksi 2.
6.    Setelah 1 menit, menuangkan larutan H2O2(tabung reaksi 2) pada hati ayam (tabung reaksi 1).
7.    Mengamati perubahan yang terjadi.
8.    Menurut anda, mengapa terjadi perubahan seperti itu?
Jawab:
Ketika tabung reaksi yang berisi hati ayam diberi suhu 40oC dan kemudian ditetesi H2O2 maka akan menyebabkan timbul gelembung dan nyala api yang sedang tidak seperti percobaan sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena diberi suhu 40oC dan kerja enzim dipengaruhi oleh suhu.

9.    Bandingkan hasil pengamatan pada tugas ini dengan hasil yang diperoleh pada control (tugas 1). Tentukan perbedaan yang terjadi! Mengapa demikian?
Jawab :
Dari hasil ini dengan hasil sebelumnya terjadi perbedaan yaitu semakin lebih sedikit gelembung dibandingkan dengan sebelumnya. Ini terjadi karena kerja enzim dipengaruhi oleh derajat keasaman (pH) dan suhu. Pada pH terlalu asam dan basa, enzim menjadi non aktif, sehingga tidak dapat bekerja. Sedangkan pada saat dididihkan, suhu menjadi tinggi sehingga enzim menjadi rusak (denaturasi). Hal ini menyebabkan enzim katalse tidakdapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Penambahan asam, basa, maupun pemanasan yang ekstrim dapat merusak enzim.


Tugas 3
1.    Memasukkan 250 ml air pada gelas kimia, kemudian memasukkan beberapa potongan es beku sehingga suhu menjadi sekitar 20oC.
2.    Sementara itu, mengambil 2 tabung reaksi dan memberi label 1 dan 2.
3.    Mengisi tabung reaksi 1 dengan sepotongan hati ayam.
4.    Memasukkan tabung berisi potongan hati ayam ke dalam gelas kimia yang berisi air bersuhu sekitar 20oC selama 1 menit.
5.    Sementara itu, menuangkan 5 ml larutan H202 ke dalam tabung reaksi 2.
6.    Setelah 1 menit, menuangkan larutan H2O2 pada hati ayam tersebut.
7.    Mengamati perubahan yang terjadi. Mengapa demikian?
Perubahan tersebut terjadi karena adanya suhu 20oC yang mempengaruhi kerja enzim.
8.    Bandingkan hasil kegiatan pada tugas 3 ini dengan hasil yang diperoleh pada control (tugas 1). Tentukan perbedaan yang terjadi. Mengapa demikian?
Jawab :
Perbedaan yang terjadi yaitu timbul gelembung yang sedang dan nyala api yang sedang. Dibandingkan dengan tugas 1 lebih banyak gelembung dan nyala api lebih besar tugas 1. Hal ini disebabkan karena pada tabung reaksi yang berisi hati ayam diberi suhu 20oC dan H202. Pada percobaan ini disebabkan kerja enzim yang dipengaruhi suhu. Semakin tinggi suhu maka enzim menjadi rusak yang tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.

9.    Berdasarkan hasil kegiatan anda pada tugas 1, 2, dan 3 simpulkan apakah suhu mempengaruhi aktivitas enzim katalase? Dari manaakah anda dapat menyimpulkan demikian?
Jawab :
Dari hasil tugas 1, 2, dan 3 suhu mempengaruhi kerja enzim katalase. Disimpulkan dari percobaan pada tugas 2 dan 3 yang dibandingkan dengan tugas 1 dengan hasil yang berbeda. Semakin suhu tinggi maka akan menyebabkan enzim katalase rusak dan tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Enzim bekerja pada pH tertentu dan bekerja pada suhu tertentu

Tugas 4

1.    Mengambil 3 tabung raksi dan member label 1, 2, dan 3.
2.    Mengisi tabung reaksi 1 dengan sepotong hati ayam, tabung reaksi 2 dengan 3 ml larutan NaOH.
3.    Menuangkan larutan NaOH pada tabung reaksi 2 ke dalam tabung reaksi yang berisi hati ayam (tabung reaksi 1), kemudian menunggu selama 1 menit.
4.    Sementara itu, menuangkan 5ml larutan H2O2 ke tabung reaksi 3.
5.    Kemudian menuangkan larutan H2O2 dari tabung reaksi 3 ke dalam tabung reaksi 1 yang berisi hati ayam.
6.    Mengamati perubahan yang terjadi.
7.    Menurut anda, mengapa terjadi perubahan seperti itu?
Jawab :
Perubahan tersebut terjadi karena pada tabung reaksi diberi KOH dan H2O2.. Penambahan KOH berfungsi untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa. Gelembung udara yang terbentuk sedikit dan juga tidak terbentuk nyala api. Gelembung udara yang terbentuk sedikit berbeda dengan yang terjadi pada ekstrak hati ayam.

8.    Bandingkan hasil kegiatan pada tugas 4 ini dengan hasil yang diperoleh pada control (tugas 1)! Temukan perbedaan yang terjadi. Mengapa demikian?
Jawab :
Pada percobaan ini mengakibatkan gelembung udara yang terbentuk sedikit. Hal tersebut terjadi karena pada tabung reaksi diberi larutan KOH. Dengan penambahan KOH berfungsi untuk membuat keadaan terlalu basa. Enzim katalase akan bereaksi jika ditambahkan dengan H2O2 sebagai substratnya. Enzim katalase tidak dapat bekerja atau bereaksi jika dalam kondisi pH yang terlalu asam atau yang terlalu basa.


Tugas 5
1.    Mengambil 3 tabung reaksi dan member label 1, 2 dan 3.
2.    Mengisi tabung reaksi 1 dengan sepotong hati ayam, tabung reaksi 2 dengan 3 ml larutan HCl.
3.    Menuangkan larutan HCl pada tabung reaksi 2 ke dalam tabung reaksi  1 yang berisi hati ayam, kemudian menunggu selama 1 menit.
4.    Sementara itu, menuangkan 5 ml larutan H2O2 ke tabung reaksi 3.
5.    Kemudian menuangkan larutan H2O2 dari tabung reaksi 2 pada tabung reaksi 1 yang berisi hati ayam.
6.    Amatilah perubahan yang terjadi! Mengapa demikian?
Jawab :
Perubahan terjadi pada tabung reaksi yang berisi hati ayam diberi larutan HCl. Dengan penambahan HCl menyebabkan suasana menjadi asam jadi mempengaruhi kerja enzim.
7.    Bandingkan hasil kegiatan tugas 5 ini dengan hasil yang diperoleh pada control (tugas 1). Temukan perbedaan yang terjadi. Mengapa demikian?
Jawab :
Jika dibandingkan dengan tugas 1 percobaan yang diberi larutan HCl ini membuat enzim katalase tidak akan bekerja pada suasana yang asam.
8.    Berdasarkan hasil kegiatan anda pada tugas 1, 4, dan 5 simpulkan apakah pH mempengaruhi aktivitas enzim katalase?
Jawab :
Dari hasil kegiatan pada tugas 1, 4, dan 5 simpulkan bahwa Ph mempengaruhi kerja enzim. Enzim katalase tidak dapat bekerja atau bereaksi jika dalam kondisi pH yang terlalu asam atau yang terlalu basa.


Tugas 6
1.    Mengambil 2 tabung reaksi dan member label 1 dan 2.
2.    Mengisi tabung reaksi 1 dengan dua potong hati ayam.
3.    Sementara itu, menuangkan 5 ml larutan H2O2 pada tabung reaksi 2.
4.    Kemudian menuangkan larutan H2O2 dari reaksi 2 pada tabung reaksi 1 yang berisi hati ayam.
5.    Mengamati perubahan yang terjadi. Mengapa demikian?
Perubahan terjadi gelembung an nyala api yang sedang. Hal ini disebabkan karena pada tabung reaksi diberi hati 2x jadi H2O2 bereaksi dengan lebih 2x hati tidak akan dapat menyala terang dan banyak gelembung.
6.    Bandingkan hasil kegiatan tugas 6 dengan hasil yang diperoleh pada control (tugas 1). Temukan perbedaan yang terjadi. Mengapa demikian?
Jawab :

Tugas 7
1.    Mengambil 2 tabung reaksi dan beri label 1 dan 2.
2.    Mengisi tabung reaksi 1 dengan sepotong hati ayam.
3.    Sementara itu menuangkan 10 ml larutan hydrogen peroksida pada tabung reaksi 2.
4.    Kemudian menuangkan larutan hidrigen peroksida dari tabung reaksi 2 pada hati ayam yang terapat dalam tabung 1.
5.    Mengamati perubahan yang terjadi. Mengapa demikian?
Jawab :
Perubahan terjadi gelembung yang banyak dan nyala api yang terang karena diberi tetesan 2x lipat H2O2.
6.    Bandingkan hasil kegiatan tugas 7 dengan hasil yang diperoleh pada control (tugas 1). Temukan perbedaan yang terjadi. Mengapa demikian?
Jawab :
Dibandingkan dengan hasil percobaan pada tugas 1 pada percobaan ini didalam tabung reaksi yang berisi hati ayam dan 2 kali tetesan H2O2 maka menyebabkan banyak gelembung dan menyebabkan nyala api yang terang karena H2O2 yang lebih dibandingkan dengan tugas 1.
7.    Berdasarkan hasil kerja anda pada tugas 1-7 dapat disimpulkan bahwa factor tertentu akan mempengaruhi kerja enzim. Pengaruh itu dapat mempercepat atau memperlambatkerja enzim. Tulislah hasil kesimpulan anda tentang nama factor yang berpengaruh pada kerja enzim. Apakah pengaruh itu mempercepat atau memperlambat kerja enzim?
Jawab :
Enzim katalase akan bereaksi jika ditambahkan dengan H2O2 sebagai substratnya. Enzim katalase tidak dapat bekerja atau bereaksi jika dalam kondisi pH yang terlalu asam atau yang terlalu basa. . Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan.

8.    Enzim merupakan protein. Sebutkan sifat enzim!
Jawab :
·         Enzim adalah biokatalisator, dibentuk di dalam potoplasma sel.
·         Enzim bekerja sangat spesifik, satu enzim satu substrat.
·         Enzim dibutuhkan dalam jumlah sedikit.
·         Enzim apat bekerja bolak balik.
·         Enzim dapat bekerja pada suhu tertentu sesuai dengan substratnya.
·         Daya enzim dapat berubah karena pengaruh perubahan suhu dan Ph.

Kamis, 08 Maret 2012

NARATIVE TEKS


The Story of Sangkuriang and Tangkuban Perahu Mountain

Once, there was a kingdom in Priangan Land. Lived a happy family. They were a father in form of dog,his name is Tumang, a mother which was called is Dayang Sumbi, and a child which was called Sangkuriang.
One day, Dayang Sumbi asked her son to go hunting with his lovely dog, Tumang. After hunting all day, Sangkuriang began desperate and worried because he hunted no deer. Then he thought to shot his own dog. Then he took the dog liver and carried home.

NARATIVE TEKS


               BAWANG Putih lived with her step mother and her step sister, Bawang Merah. Bawang Putih's mother died when she was a baby. Her father remarried another woman and later her step sister was born. Unfortunately, not long after that her father died. Since then, Bawang Putih's life was sad. Her step mother and her step sister treated Bawang Putih badly and always asked her to do all the household chores.
             One morning, Bawang Putih was washing some clothes in a river. Accidentally, her mother's clothes were washed away by the river. She was really worried so she walked along the river side to find the clothes. Finally she met an old woman. She said that she kept the clothes and would give them back to Bawang Putih if she helped the old woman do the household chores. Bawang Putih helped her happily. After everything was finished, the old woman returned the clothes. She also gave Bawang Putih a gift. The old woman had two pumpkins, one pumpkin was small and the other one was big. Bawang Putih had to choose one.

            Bawang Putih was not a greedy girl. So she took the small one. After thanking the old woman, Bawang Putih then went home. When she arrived home, her step mother and Bawang Merah were angry. They had been waiting for her all day long. Bawang Putih then told about the clothes, the old woman, and the pumpkin. Her mother was really angry so she grabbed the pumpkin and smashed it to the floor. Suddenly they all were surprised. Inside the pumpkin they found jewelries. "Bawang Merah, hurry up. Go to the river and throw my clothes into the water. After that, find the old woman. Remember, you have to take the big pumpkin," the step mother asked Bawang Merah to do exactly the same as Bawang Putih's experience. Bawang Merah immediately went to the river. She threw the clothes and pretended to search them. Not long after that, she met the old woman. Again she asked Bawang Merah to do household chores. She refused and asked the old woman to give her a big pumpkin. The old woman then gave her the big one. Bawang Merah was so happy. She ran very fast. When she arrived home, her mother was impatient. She directly smashed the pumpkin to the floor. They were screaming. There were a lot of snakes inside the pumpkin! They were really scared. They were afraid the snakes would bite them. "Mom, I think God just punished us. We had done bad things to Bawang Putih. And God didn't like that. We have to apologize to Bawang Putih," said Bawang Merah.

           Finally both of them realized their mistakes. They apologized and Bawang Putih forgave them. Now the family is not poor anymore. Bawang Putih decided to sell all the jewelries and used the money for their daily lives.